Filed under: Psikologi n Pernak-pernik..
Siang-siang…
jam dua-an…
ada kuliah…pengantar tes Psikologi…
Sang dosen yang sangat lembut…tapi tegas itu…
masuk…merubah beberapa setting pada komputer…kemudian salam…
“Hari ini…kita nonton film saja…kalian mau…?”
sontak dengan senang hati, kami menyetujuinya…Sang dosen kewalahan…
“Tapi…nanti kalian ambil inti dari filmnya ya…”
anak-anak hanya diam…(udah fokus ma layar sih…^^)
Filmpun diputar…
…ada dua latar…
yang satu, anak yang hanya hidup dengan ayahnya…yang satu anak lagi dengan seorang adik dan ayah ibu, lengkap!
Baik anak yang satu dan lain…hobbynya…dimarahiiii sama kedua orang tuannya…
Anak yang hidup dengan sang Ayah…dimarahi karena kepergok membawa VCD kung fu..(Bruce Lee)..Tidak setuju…Ayah tidak dapat mengomunikasikan maksudnya dengan baik…VCD nyaris dipatahkan…Sang anak, merebutnya…terjadilah pertengkaran…
Yang satu…
anaknya berprestasi dalam nge-blog…dia Blogger terbaik diSMPnya…
tapi…Wajah ibunya tak menampakkan kebahagiaan sama sekali…
malah tanpa perasaan, diomelinya anak laki-laki itu sekaligus menjatuhkan harga dirinya…
“Mau apa kamu nge-blog seperti itu…?Tidak ada gunanya…!”
“Tapi bu, kan lumayan bisa melatih bahasa mandarinku…”
“Huh…apanya yang kau latih…??”
“Aku bisa mendapatkan nilai 6,5 dalam mandarinku bu…”
“Hah…?hanya 6,5…?aku dulu bisa dapat 8,5…apa arti dari nilaimu..bla..bla..bla..”
(panaaaas…aku nontonya…!!!!)
Lain waktu…
di kelas sang anak yang hanya hidup dengan ayahnya…terjadi insiden.
Biasanya, anak itu tidak pernah mengerjakan tugas. Hari itu, dia mencoba untuk mengerjakannya…gurunya bertitah…
“Siapa yang tidak mengerjakan tugas, Berdiri di lorong…!!!!”
Nyaris semua anak beranjak dari kelas meninggalkan guru gempal yang (menurutku) menyebalkan itu.
Setelah semua murid keluar…ditelitinya hasil kerja anak tadi…malah komentar…
“Huh…tumban kamu mengerjakan tugas…Bisa kulihat hasil tugasmu…?
huh…apa ini….hanya “apel busuk”!!!!!!” seraya membanting buku tugasnya…
sang anak tidak terima…dengan bahasa kasar, dia membalas…
“Heh…terserah apapun yang kau bilang, tapi ini hasil kerjaku!!!. Kalau pekerjaanku tidak beres, bagaimana dengan KAU sebagai guru, Huh…???Kau lebih parah dari sekedar “Apel Busuk”..!!!!”
“Keluar kau dari kelaskuuuuu….!!!!”
Anak lain membela…”Benar pak, kalau dia yang mengerjakan saja, dibilang apel busuk…bagaimana dengan kami…???”sambil menunjuk kepada teman-temannya yang tinggal 6 glintir di kelas itu. Sang guru kalap…
“KELUAR KALIAN SEMUA DARI KELASKUUUUU…!!!!”
Sontak, tak hanya dua anak itu…tapi semua anak mengikuti dan memilih untuk meninggalkan guru mereka yang seenak udelnya itu.
Dan banyak lagi sebenarnya yang ingin aku tuliskan berkenaan kekerasan yang dilakukan oleh guru maupun orang tua dari anak-anak itu. Kebanyakan…mereka sema sekali tidak memegang “kunci” dalam mendidik anak mereka. Sang guru hanya main titah…Orangtua hanya kenal dengan marah tanpa paham mengapa anaknya melekukan hal yang salah.
Dalam hati, aku berjanji…”anak-anakku…Insya Allah…tidak akan merasakan hal itu…tidak untuk kedua kalinya…cukup aku…”
Leave a Comment so far
Leave a comment